BAGAIMANA MENCARI PASSION DALAM HIDUP SANGAT BERBAHAYA (DAN BAGAIMANA SEHARUSNYA)

Anda kenal Steve Jobs? Iya, pendiri Apple. Salah satu pidato legendarisnya yang sangat menggugah pada wisuda Stanford University. Dia membahas mengenai pentingnya passion dalam hidup.

“Anda harus menemukan apa yang Anda sukai, ” kata Jobs. Ini videonya.

Apa itu passion?

Berdasarkan searching Google, Passion ialah emosi yang kuat dan nyaris tidak terkendali (strong and barely controllable emotion).

Passion itu dalam terjemahan Bahasa Indonesianya belum bisa saya pastikan. Secara kamus, cocoknya berarti “gairah”. Namun pencarian dengan istilah tersebut akan mendapat informasi menyesatkan.

Menurut Kamus Lengkap, Arti kata passion dalam bahasa Indonesia ialah: kb. 1 nafsu, keinginan besar. To have a p. for work bernafsu bekerja. 2 kegemaran (for pada).

Mengapa passion itu berbahaya?

Passion cenderung membuat orang kurang puas dengan pekerjaannya saat ini. Dia merasa bahwa dia tidak ditakdirkan untuk pekerjaannya sekarang hingga terus mencari pekerjaan lainnya. Ketika mendapat pekerjaan baru, beberapa tahun kemudian dia kembali menjadi bosan dan merasa ini bukanlah passion dia. Lalu, dia mulai memikirkan passionnya lagi. Kemudian pindah kerja lagi. Terus dan terus.. Hingga dia menjadi kutu loncat sampai usia tuanya dan masih belum menemukan.

Apa passion tidak berguna?

Tidak juga, passion itu penting. Namun jangan mengagungkannya. Hanya sedikit orang yang bisa menemukan passionnya sejak belia. Umumnya berkaitan dengan sisi kreativitas, misalnya pelukis, musisi, programmer. Apa mereka bisa konsisten juga sampai tua? Tidak juga kalau mereka sudah terkena pemikiran “apa ini passion saya?”. Banyak juga yang pada usia dewasanya beralih pekerjaan menjadi kantoran karena mindset tersebut. Mindset tersebut biasanya muncul berkaitan dengan uang atau materi yang didapatkan.

Dimana bisa menemukan passion?

Kecil kemungkinan, mungkin anda akan terus mencarinya seumur hidupmu. Jika cukup beruntung, bisa lebih cepat.

Siapa yang memerlukan passion?

Seharusnya tidak ada, selama mindset Anda untuk terus memberikan nilai tambah bagi kemanusiaan. Jika Anda terus meningkatkan diri, Anda akan menjadi lebih berguna. Orang lain akan mulai membicarakan Anda dan pekerjaan Anda. Kualitas Anda akan bertambah, Anda akan lebih bersemangat dengan apa yang anda lakukan. Anda menjadi pribadi yang susah untuk diacuhkan di bidang anda. Dan disitulah muncul passion akan pekerjaan Anda. Ada buku bagus mengenai hal ini, Cal Newport “Don’t follow your passion”.

Apa yang seharusnya dilakukan?

Hiduplah yang bergairah

Daripada membuang waktu mencari passion, kenapa kita tidak menjalani prosesnya dengan passion? Hiduplah secara bergairah sepanjang waktu. Gunakan waktu sebaik mungkin. Jika anda seorang akuntan, pelajari akuntansi dengan bersemangat. Jika anda tukang bangunan, kerjakan dengan semangat. Hingga anda menjadi….

Seorang pakar yang tidak bisa diacuhkan

Ya, seorang pakar yang dikenal menguasai bidangnya. Seorang desainer taman yang tahu bagaimana memilih tanaman yang sesuai dengan keindahan bangunan dan tanah halaman Anda. Seorang statistisi yang tahu bagaimana memilih alat uji yang bisa menjawab kebutuhan riset.

Jika Anda belum menjadi pakar saat ini di bidang Anda, pelajari terus. Untuk menjadi pakar ada proses naik turun, dimana semua hal terlihat mudah pada saat Anda menjadi pemula dan kemudian semakin sulit ketika Anda mendalaminya lebih lanjut. Jika Anda terus bertahan atas kesulitan-kesulitan tersebut yang muncul, selamat, Anda akan menjadi seorang pakar.

Jadilah fleksibel

Passion akan bidang Anda bukanlah barang yang bisa dipegang setiap waktu. Dia mengalir dan begitu juga seharusnya Anda. Jika bidang yang anda geluti saat ini tidak menjawab kebutuhan Anda (seperti kepuasan kerja, materi dsb) jangan kaku dan bertahan. Dunia ini dinamis, begitu juga manusia.

Mungkin terdengar kontradiktif dengan mindset menjadi pakar, namun yang saya maksudkan ialah Anda harus bisa mengukur apakah bidang Anda ini layak untuk diperjuangkan. Jika layak, terus perdalam ilmu Anda dan bertahanlah. Jika tidak layak, tidak usah malu untuk pindah haluan. Hidup ini terlalu sayang untuk dihabiskan pada satu bidang yang anda sukai namun tidak membuat anda lebih baik, tapi jangan juga menjadi kutu loncat hingga akhirnya Anda menyesali waktu-waktu yang sudah Anda lewati di masa tua.

Jadi, akhirnya….

Kesimpulannya

Passion memang penting, namun ada hal yang jauh lebih baik untuk dilakukan:

  1. Hiduplah dengan passion daripada mengejar passion
  2. Jadilah pakar di bidang/pekerjaan Anda
  3. Hidup yang fleksibel

Demikian semoga ini bisa mempengaruhi Anda untuk tidak terjebak dalam mindset passion.

Jika ada sesuatu yang ingin dibahas mengenai tulisan di atas, silahkan tinggalkan komentar Anda dibawah ini.

Terima kasih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s